BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Masalah yang di bahas dalam makalah ini
ialah tentang bagai mana aturan-aturan dari hukum-hukum yang terdapat dalam
mengukur dan menentukan arus. Seperti hukum ohm, Hukum Ohm adalah suatu
pernyataan bahwa besar arus
listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar
selalu berbanding lurus dengan beda
potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm
apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda
potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan
ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah
"hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Selanjutnya adalah hukum kirdcoff, Ada 2
hukum yang sangat penting dalam melakukan penghitungan rangkaian listrik yang
dikenal sebagai hukum Kirchoff, dimana hukum pertama merupakan hukum kekekalan
muatan listrik dan yang kedua sebagai generalisasi hukum Ohm.
"Read More"
"Read More"
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hukum Ohm
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus
listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda
potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan
polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.
Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar,
namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Sebuah
benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak
bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan
kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis
penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan
sejarah.
Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang
mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial
antara kedua ujung-ujung konduktor.
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
dimana I adalah arus
listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah tegangan
listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt, dan R adalah nilai hambatan
listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
“
Besarnya arus yang mengalir pada sebuah elemen berbanding lurus dengan tegangan
pada elemen tersebut dan berbanding terbalik dengan tahanan elemen tersebut”
Hukum ini
dicetuskan oleh George Simon Ohm, seorang
fisikawan
dari Jerman pada
tahun 1825 dan
dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit
Investigated Mathematically pada tahun 1827.
B. HUKUM
KIRCHOOF
Ada 2 hukum yang sangat penting dalam melakukan
penghitungan rangkaian listrik yang dikenal sebagai hukum Kirchoff, dimana
hukum pertama merupakan hukum kekekalan muatan listrik dan yang kedua sebagai
generalisasi hukum Ohm.
1.
Hukum Kirchoff Pertama
1. Hukum titik cabang : jumlah aljabar arus yang melewati suatu titik cabang suatu jaringan adalah sama dengan 0. Dalam bentuk matematik dapat ditulis :
Persamaan ini diartikan bahwa arus yang menuju titik
cabang diberi tanda positif dan yang meninggalkan titik diberi tanda negatif.
Jadi pada setiap titik cabang terlebih dahulu ditentukan arah-arah arusnya.
Jika dalam perhitungan diperoleh harga arus positif, maka ara yang kita berikan
tersebut benar dan sebaliknya jika hasilnya negatif, arah arus yang kita berikan
terbalik.
1.
Hukum Kirchoff Kedua
2. Hukum Lopp : jumlah
aljabar ggl dalam tiap loop suatu jaringan sama dengan jumlah aljabar hasil
kali arus dan hambatan dalam loop yang sama. Dalam bentuk matematik dapat
ditulis :
Dalam mempergunakan persamaan diatas di sini, arah loop
ditentukan lebih dahulu. Arah ggl ~ dim arah arus i yang searah dengan arus
loop, mempunyai tanda positif dan yang berlawanan dengan arah loop, mempunyai
tanda negatif. Analisa loop: Hukum Kirchoff penama dan kedua dapat dipersatukan
dengan menggunakan' cara analisa loop. Dalam analisa loop ini, arus dalam satu
loop mempunyai harga sarna. Loop yang lain mempunyai arus loop yang berlainan.
Dalam Gambar diatas ditunjukkan bahwa, arus dalam loop I ialah i1; dalarn loop
2, i2; dalam loop 3,i)., Untuk satu loop berlaku
Pada ruas kiri, ggl Emempunyai tanda positif bila arahnya
sarna dengan arah loop, dan negatif jika arah berlawanan dengan arah loop. Pada
ruas kanan ~iR, arus mempunyai tanda positif jika searah dengan loop, dan
negatif jika berlawanan den~an arah loop.
Untuk
penerapan hukum Kirchoff dapat dianalisa rangkaian pada Gambar 11.6 di bawah
ini:
Arus
yang melalui masing-masing baterai dapat ditentukan dengan hukum Kirchooff.
Dari persamaan (a), (b), dan (c), harga-harga i1, i2,
dan i3 dapat dihitung. Bila harganya negative, berarti arah yang
kita ambil (tetapkan) terbalik karena arah arus yang diambil sembarang.
C.
HUKUM KIRDCOFF ARUS
Hukum Kirchhoff arus menyebutkan bahwa dalam suatu
simpul percabangan, maka jumlah arus listrik yang menuju simpul percabangan dan
yang meninggalkan percabangan adalah nol.
Gambar 2. Percabangan arus listrik dalam suatu simpul
Gambar 2 adalah contoh percabangan arus listrik dalam
suatu simpul. Dalam Gambar 2, terdapat tiga komponen arus yang menuju simpul
dan tiga komponen arus yang meninggalkan simpul. Jika keenam komponen arus ini
dijumlahkan maka hasilnya adalah nol, seperti diperlihatkan dalam persamaan
berikut.
Hukum
Kirchhoff Arus ( Kirchhoff‘s Current Law, KCL ) menyatakan bahwa jumlah
aljabar arus yang masuk atau menuju pada sebuah titik percabangan sama dengan
jumlah arus yang keluar atau meninggalkan
titik percabangan tersebut. Dalam bentuk persamaan :
Gambar.
Pendemonstrasian Hukum Kirchhoff Arus
Pada Gambar di atas adalah salah satu contoh sederhana
dari penggunaan Hukum Kirchhoff Arus. Apabila kita lihat titik percabangan sebagai titik a ,
maka besar arus yang masuk ke titik a sama dengan besar arus yang keluar dari
titik a. Dan bila dijabarkan, adalah
sebagai berikut :
ATURAN PEMBAGI ARUS
Seperti
yang diharapkan dari namanya, aturan pembagi arus (current divider rule,CDR)
akan menentukan bagaimana arus yang memasuki sekumpulan cabang sejajar akan
terbagi antara elemen.
Untuk
elemen sejajar yang harganya sama, maka arus akan dibagi sama besar. Untuk
elemen sejajar dengan harga yang berbeda, semakin kecil hambatan akan semakin
besar arus masukan yang lewat.
Aturan
pembagi arus akan diturunkan melalui penggunaan jaringan yang mewakili pada
Gambar Arus masukan I sama dengan V/RT, dimana RT adalah hambatan total
cabang sejajar.
Dengan
penggantian V = Ix.Rx kedalam persamaan
diatas, dimana IX menunjukkan arus yang melalui sebuah cabang
sejajar yang memiliki hambatan RX, maka kita punya persamaan.
yang
merupakan bentuk umum aturan pembagi arus. Dengan kata lain, arus yang melalui
sembarang cabang sejajar sama dengan perkalian antara hambatan total cabang
sejajar dan arus masukan dibagi dengan hambatan cabang yang mana arus yang
melaluinya akan ditentukan.
C.
HUKUM KIRDCOFF TEGANGAN
Di dalam rangkaian listrik (terdiri dari sumber
tegangan dan komponen-komponen), maka akan berlaku Hukum-hukum kirchhoff. Hukum
ini terdiri dari hukum kirchhoff tegangan (Kirchhoff voltage law atau KVL) dan
hukum Kirchhoff arus (Kirchhoff Current Law atau KCL).
Di dalam rangkaian listrik (terdiri dari sumber
tegangan dan komponen-komponen), maka akan berlaku Hukum-hukum kirchhoff. Hukum
ini terdiri dari hukum kirchhoff tegangan (Kirchhoff voltage law atau KVL) dan
hukum Kirchhoff arus (Kirchhoff Current Law atau KCL).
Hukum ini menyebutkan bahwa di dalam suatu lup
tertutup maka jumlah sumber tegangan serta tegangan jatuh adalah nol.
Gambar 1. Contoh suatu ikal tertutup dari rangkaian
listrik
Seperti diperlihatkan dalam Gambar 1 di atas,
rangkaian ini terdiri dari sumber tegangan dan empat buah komponen. Jika sumber
tegangan dijumlah dengan tegangan jatuh pada keempat komponen, maka hasilnya
adalah nol, seperti ditunjukan oleh persamaan berikut.
Hukum
Kirchhoff Tegangan ( Kirchhoff‘s Voltage Law, KVL ) menyatakan bahwa
jumlah aljabar potensial yang naik dan yang turun pada sebuah kalang tertutup (
loop ) sama dengan nol.
Rangkaian pada
Gambar diatas merupakan satu kalang tertutup (loop), yang mana dengan
penggunaan Hukum Kirchhoff Tegangan, tegangan pada loop tersebut sama dengan
nol, dimana tegangan sumber adalah tegangan (potensial) yang naik dan tegangan
beban adalah potensial yang turun.
Dengan penjabaran adalah sebagai berikut :
ATURAN
PEMBAGI TEGANGAN
Dengan aturan pembagi tegangan, memungkinkan penentuan tegangan pada suatu elemen tanpa harus memperoleh atau mencari arus terlebih dahulu. Dengan menganalisis jaringan pada Gambar (2.4), maka dapat diperoleh,
dimana VX
adalah tegangan yang melintas RX, E adalah tegangan yang digunakan pada
elemen seri, dan RT adalah hambatan total seri.
Dengan kata
lain, aturan pembagi tegangan menyatakan bahwa tegangan pada sebuah tahanan
dalam rangkaian seri adalah sama dengan harga tahanan tersebut dikalikan dengan
tegangan total yang digunakan pada elemen seri dibagi dengan hambatan total
elemen seri.
C.
BILANGAN KOMPLEKS
Penulisan bilangan kompleks z = a+bj sering disingkat sebagai pasangan
terurut (a,b), oleh karena itu bilangan kompleks dapat dinyatakan dalam suatu
bidang datar seperti halnya koordinat titik dalam sistem koordinat cartesius. Bidang
yang digunakan untuk menggambarkan bilangan kompleks disebut bidang kompleks
atau bidang argand.
1.
Bentuk Reactangular
Dari gambar di atas titik A mempunyai koordinat (a,jb). Artinya titik A
mempunyai absis a dan ordinat b.
1.
Bentuk Polar
Bilangan kompleks bentuk rektangular a+ jb dapat juga dinyatakan dalam bentuk polar, dengan menggunakan suatu jarak (r) terhadap suatu titik polar q.
Jika OA =
r, maka letak (kedudukan) titik A dapat ditentukan terhadap r dan q .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar